Angin berlalu melepaskan semua asa. dan mengembalikan segala sesuatu yang mungkin aku dapati.. lagi..
serta angin membawakan semua angan untuk mengirimkan ke alam semesta.
Harapanku..
tujuanku..
dan inginku untukmu
hanya satu.
untuk bersama,
dan aku ingin kita tetap tertawa bersama-sama, tak
peduli hingga nanti gigimu tinggal satu, atau ubanku yang tumbuh seribu.
Harapan ada karena kita,
harapan ada karena
sesuatu yang kita awali bersama,
harapan ada ketika saling melengkapi dan
harapan ada ketika kita mampu menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan
bersama.
Saling memberi dan memahami.
Saling
menyayangi dan memaafkan.
Saling mengerti dan menghargai.
Yang terkadang hubungan
seperti ombak yang terkadang pasang dan surut, dan kita berlabuh di atasnya.
Kau nahkoda dan aku kapalnya.
Kita bisa menjelajahi di pelabuhan mana saja yang
kita inginkan, padahal kita tahu untuk mencapai tujuan aka nada rintangan.
Dan..
Disana, ada pulau yang sangat indah, dimana
tempat itulah seseorang bisa menenangkan diri untuk melepaskan semua beban
pikiran.
Dan itu sebagai tujuan kita meski dengan jarak tempuh yang sangat
panjang dan lama. Kita hanya percaya, bahwa kita mampu melampaui segala rintangan
yang menghadang.
Aku percaya bahwa kau nahkoda terhebat yang dapat
mengemudikanku dengan cara yang hebat pula.
Dan kau pula percaya, bahwa kapalmu
ini adalah kapal yang terkokoh yang pernah ada meski layarku sudah tak lagi
indah, dan puing puing sudah tak lagi lengkap.
Kitapun berlayar walaupun
didepan telah ada badai yang sangat besar disertai angin kencang, serta ombak
yang seolah ingin menghancurkanku, karena semua akan kembali kepada tekad dan
tujuan kita.
Karena Tuhan hebat,
Ia mempertemukan mu dengan
ku, untuk saling percaya bahwa sekeras apapun cobaan kita saling menghadapi dan
menyelesaikannya.




No comments:
Post a Comment