Wednesday, 9 December 2015

aku dan inginku

lama tak kubuka benda ini, menunggu beberapa waktu untuk melemaskan jari jari ini lagi. dan tak seperti biasanya aku harus memulai nya lagi seperti awal. hmm..ruangan ini dingin, karena baju tipisku tak mampu menyelimuti ku dengan hangat. di tambah aku ditemani oleh segelas float dan kentang goreng. dimana banyak orang berlalu lalang dengan kesibukannya. mungkin aku sudah mulai bosan dengan keadaan ruangan ini. ruangan yang tidak menyimpan banyak kenangan tetapi aku mulai mengenang satu demi satu kejadian yang pernah kudapati. ini tentangku dan kejadian yang ada disekitarku.
banyak hal yang mungkin aku jumpai hari demi hari yang mungkin aku juga menyadarinya.
hariku banyak berubah..
ditambah dengan persoalan persoalan baru yang memaksaku untuk menjadi diriku yang baru.
aku adalah aku yang dia kenal. tetap dengan polos dan tegasnya dia tetap menerimaku seperti yang dia tahu siapa aku. tetap dia mengenalku dengan apa yang dia tahu tentangku. selama 7 bulan belakangan memang hariku bersamanya. banyak sekali hal hal yang aku ingin tulis disini, karena mungkin memoriku terlalu banyak untuk kusimpan sendiri dalam anganku. dalam setiap detik pun kita memiliki momen. dalam setiap menit, jam, bulan.

hal yang mungkin dia tahu siapa aku sebenarnya. aku keras, aku sensitif, aku sang pembuat api, aku bla bla bla..
itulah aku, itulah diriku, itulah sebenarnya orang yang bersamamu selama ini, itu aku. :)
setiap orang memiliki ciri khas yang mungkin itu adalah cara mereka mewarnai hidup mereka, dan siapa sangka dibalik itu semua ada keluarbiasaan yang tidak semua orang miliki.

terkadang aku hanya bingung dan memikirkan, who am I? siapa aku?
terkadang aku mengelak bahwa aku bukan seperti itu ketika orang lain menilai, itu hanyalah aku yang lain ketika aku terancam. aku seperti kaktus, yang membutuhkanmu bagaikan air, namun aku juga memiliki duri dan duriku berbahaya ketika aku terancam.
namun kau telah sadar, kau adalah air, dan kau itu kebutuhanku.

aku telah siap.
aku telah siap dalam segala hal.
bersamamu itu aku ingin.
bersamamu itu harapku.
bersamamu itu aku ingin wujudkan.
aku telah siap dalam resiko apapun aku ingin bersamamu.
aku siap berjuang.
aku siap.
katakanlah setiap perjuangan dan tetes airmataku adalah kekuatan bagiku.
langkah kakiku akan selalu mengarah kepadamu, dimanapun kamu berada.

karena aku sanggup.

No comments:

Post a Comment

Teruntukmu, yang selalu menyayangi aku

Seperti  ada di dalam hutan yang begitu rimbun sehingga cahaya matahari pun tak mampu menembusnya. Hutan yang sangat lebat, dan hanya aku...