Saturday, 6 June 2015

KAULAH

Tunggu sebentar, kau mungkin tidak tahu, biar ku beri tahu, seketika ruangan ini menghangat, aku curiga ada seseorang yang mematikan AC. Tapi kurasa, abjad yang kau susun di layar handphone, berhasil menembus hati yang menggigil karena rindu. Tapi tetap, selalu kunanti peluk itu.

Kadang kala, pelukmu tak dapat terganti oleh kata-kata, nanti jika jarak kembali mengetuk-ngetuk jendela. Dekap aku selagi bisa. Ya, entah kenapa jarak selalu suka berada ditengah-tengah kita.
Dan ini, rindumu, rindumu telah menembus nadiku, kini ia berlayar tepat di jantungku. Sungguh saat ini aku ingin memerintahkan kakimu, membawaku tepat dihadapanku. Ditambah dengan suara rintikan hujan menghantarkan rindu yang semakin besar. Ku akan menulis namamu di setiap kaca basah yang kujumpa, bila tak satupun kaca lembab yang basah yang ku temui, percayalah, kutulis namamu dipapan langit sepanjang waktu yang aku punya.
Memang benar, kau telah memasang nyawa ditiap jari jemari tanganku, kaulah waktu yang ditetapkan, mengitari hidupku, memutari mataku, dan bersarang dihatiku.

No comments:

Post a Comment

Teruntukmu, yang selalu menyayangi aku

Seperti  ada di dalam hutan yang begitu rimbun sehingga cahaya matahari pun tak mampu menembusnya. Hutan yang sangat lebat, dan hanya aku...