Friday, 19 June 2015

hatiku meredam-

Ada banyak pintu yang sengaja aku tutup secara paksa. Ada satu pintu yang rela kubuka hanya untuk melihat sebuah cahaya, iya itu cahaya yang kupilih untuk lebih menunjukkanku jalan yang sesungguhnya. Ada berapa cahaya yang sepertinya? Ada berapa orang yang sepertiku yang menemukan cahaya seperti cahayaku?

Cahayaku hilang, ia pergi menolong orang lain yang sama seperti diriku, tapi itu lain. Sang cahaya hanya ingin menunjukkan apa yang dapat ia perbuat demi orang itu.


Gelap, pintu yang kubuka awalnya, sedikit kututup. Cahayanya terlalu terang untukku, maka dari itu ia membagi cahayanya sebagai dirinya sendiri. Iya ini aku, aku tak mau cahaya yang bukan darinya. Aku menunggu cahaya itu datang lagi, dibawah awan gelap yang menggumpal tebal tepat diatasku. Kurasa hujan akan turun, kurasa…
Aku cemburu, karena aku takut. Aku takut gelap. Cahaya itu bahagiaku, sekarang, suatu saat, dan nantinya.
Aku cemburu, karena aku egois. Maafkan aku yang terlalu menuntut untuk menjadi yang pertama dalam semua daftar kepentingan dalam hidupmu sayang, aku terlalu takut suatu saat jika ada yang mengancam kedudukanku dalam cintamu. Kurasakan hati ini meradang dengan kesedihan, kemarahan.
Tapi aku tak ingin kau terganggu dengan sikapku yang terkadang menjadi dingin ketika aku meredam segala kegelisahan, namun aku juga tak ingin kau terganggu oleh semua ocehan dan keluhanku.



Tapi, semoga kau paham, bahwa aku disini bukan wanita yang benar kuat adanya.
Semoga kau pantas untuk aku cemburui sayang..

No comments:

Post a Comment

Teruntukmu, yang selalu menyayangi aku

Seperti  ada di dalam hutan yang begitu rimbun sehingga cahaya matahari pun tak mampu menembusnya. Hutan yang sangat lebat, dan hanya aku...