Sunday, 26 October 2014

aku takut

Hal yang ku rindukan kini terjawab, semua terbalas dengan sendirinya. Seseorang yang aku rindukan telah ada di hadapanku. Saling melepas rindu adalah tujuan pertemuan kami. Saling mengucap sayang adalah kebiasaan kami, semua hal yang membuat kami dapat melepas rindu adalah usaha kami.
Saling memandang adalah salah satunya yang tak lain adalah hanya hati kami yang saling memandang hanya saja diwakili oleh mata , dimana saling melempar senyuman adalah sesuatu hal yang biasa kami lakukan entah itu lucu atau tidak entah itu hal yang membuat kagum atau tidak. Semuanya tak beralasan mengapa kami saling tersenyum walau dalam keadaan yang sulit dijelaskan.
Perkenalan kami masih berumur satu tahun, dimana satu tahun yang lalu aku belum dapat melihat wujudnya, gimana wajahnya, senyumnya, dan semuanya aku anggap khayalan. Yang aku anggap orang yang menemaniku saat aku sedang mengalami keterpurukan. Saat itu memang pertemuan masih belum ada di fikiran kami masing masing. Hingga akhirnya kami terlarut dalam perasaan nyaman sekaligus, yang membuat keadaan semakin meminta
 untuk kami dipertemukan. Saat itu, dia terlihat berbeda, dia terlihat nyata, aku dapat melihat ia menata senyumnya saat pertama kali bertemu denganku, bahkan aku dapat menyentuh punggungnya untuk aku pastikan ini bukan mimpi indah yang aku karang. Pipi merah merona menghiasiku hari hariku ,bayang bayang tentangnya masih melekat kental di fikiranku, aku rasa aku terlalu cepat untuk menyukai orang yang baru aku kenal. Yang akhirnya ini adalah benar. Bahwa hati ini yang berbicara, hati yang mengungkapkan. Dan hati yang menjalankan. Sungguh, ini memiliki jawaban yang luar biasa, yang dimana aku dapat melalui hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan. Bahkan perkenalan ini usianya telah mencapai satu tahun. Dan usia hubungan kami baru 8 bulan. Cukup dalam 4 bulan lamanya kita saling mengenalkan diri satu sama lain. Tidak terlalu singkat, tidak terlalu lama, tidak terlalu pas pasan. Aku rasa itu cukup. Cukup membuatku merasa jauh lebih tenang, dan bahagia.
Kini aku dapat melihat senyumnya setiap saat aku mau, kini aku dapat menata yang terkadang memberantakan rambutnya sesekali tangan ini berbuat. Aku suka membuat rambutnya berantakan. Aku suka genggamannya yang selalu memegang erat tanganku. Aku suka semua hal padanya. Dalam hembusan nafasnya aku dapat merasakan dan mengenalinya . Dalam alunan irama detak jantungnya aku dapat mendengar. Dan saat aku bersandar dalam pelukan terhangatnya, ketika itu aku merasa ada kenyamanan yang berpihak. Dimana hal itu yang membuatku takut akan kehilangannya, dimana aku takut dalam waktu singkat aku tak dapat merasakan hal itu lagi. Aku takut..

No comments:

Post a Comment

Teruntukmu, yang selalu menyayangi aku

Seperti  ada di dalam hutan yang begitu rimbun sehingga cahaya matahari pun tak mampu menembusnya. Hutan yang sangat lebat, dan hanya aku...