Tuesday, 19 May 2015

masih seperti ini~

telah lama sekali aku tidak menulis,
telah banyak cerita cerita yang ingin aku sampaikan, hanya saja aku takut jika tulisanku tidak aka nada orang yang menyukainya,
 bahkan penikmat pun sekalipun. Aku takut jika tulisanku hanya membuat penuh berita saja. Aku takut tulisanku hanya dibuat sampah. Sehingga ketakutanku sendiri membuat aku bukan seperti diriku sendiri. Karena dengan menulis aku rasa aku mampu mengenali diriku.
Ada sekian banyak hal yang ingin aku torehkan tinta hitam dalam lembar putih, namun tunggu, jari jari ini masih terlalu kaku, katika imaji yang dijari jariku telah hilang, aku tak dapat menulis apa apa. Hanya saja bahasan ku telah berbeda sekarang.
Harus memulai cerita dari mana..
Entah..
Jari jari ku telah kosong, ingin aku dapat meraih apapun, tak ada satupun yang dapat mengisi kekosongan ini sehebat kamu. Tidak ada..
Berbulan bulan telah mencoba, ternyata hanya angin yang kudapati..
Yang sebenarnya terjadi adalah.. kau tahu sebagaimananya aku sekarang, serapuh aku tanpa hadirmu lagi, sehancurnya aku sekarang tanpa ditemani olehmu. Kesepian, iya kesepian. Hati ini sepi, semakin aku membohongi diri sendiri, hati semakin hampa. Iya, sebenarnya kau sudah tahu itu, hingga detik ini, hingga sekarang ini banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan. Aku masih butuh, aku butuh sosokmu..

Kulihat ruangan ini, aku ingat di sofa itu kita pernah duduk bersama, membercandai hal yang konyol.
Aku ingat kita pernah duduk di sofa terdiamtanpa ada bahasan, karena kita hanya butuh pertemuan untuk saling mengikat kontak mata. Aku ingat duduk di sofa yang teramat lama hanya karena menunggu janjimu untuk membawaku pergi.

Sekarang, jika difikiranku hanya ada dirimu, akankah jari jari ini kupaksakan menulis? Yang kutahu hanya akan meremas hatiku.
Ku akui aku bodoh, iya aku membodohi pikiranku karena telah tulus menyayangimu dengan sangat.
Kau tahu berapa kali aku mencoba meraihmu kembali?
Kau tahu rasanya begitu kau tahu kau telah ditiadakan dalam hati?
Kau tahu rasanya menolak sana sini hanya menuruti apa mau hati ini pergi?
Apakah kau tahu rasanya hanya mendengar nama, seperti ada pisau yang menancap kuat?
Hanya saja aku belom mengatakan lelah.
Ngkau yang masih kupandang indah,
Ngkau yang masih ada, dan tetap ada-


No comments:

Post a Comment

Teruntukmu, yang selalu menyayangi aku

Seperti  ada di dalam hutan yang begitu rimbun sehingga cahaya matahari pun tak mampu menembusnya. Hutan yang sangat lebat, dan hanya aku...