Aku memasuki dinding dinding waktu untuk melihat perbedaan kita yang sekarang dengan pertama kali kita berkenalan, sungguh jauh berbeda. Apa aku harus mengenali sosokmu yang baru ? hai kamu, kamu terlihat asing manakala tak kutemukan satu puing kesamaan yang dulu ada pada dirimu. Entah mengapa meskipun cinta ini terlarang, aku tetap mencintaimu, aku masih mampu meganggapmu ada untukku. Walau nyatanya kita semakin jauh tak berjarak, ditambah lagi rasa ini ada walau tak terlihat oleh siapapun kecuali antara kamu dan aku. Layaknya ini sebuah cerita yang dirahasiakan antara kita berdua. Bukan untuk public semata.
Detik jam terus berputar, waktu terus berjalan, namun cinta ini tak dapat mengalir, yang hanya berdiam di tempat tak ada kepastian yang nyata. Kemana cinta ini akan ku bawa, dimana cinta ini berlabuh, dan hingga kapan cinta ini terus dalam bayanganku. Ku tahu, kau tak menghiraukan itu, dengan gampangnya kau acuhkan aku, dengan gampangnya kau hindari aku secara perlahan lalu menghilang. Begitukah memang caramu memperlakukanku, aku mungkin bisa menyikapinya saat ini yang aku pendam sendiri dengan caraku sendiri pula.
Dalam pertemuan terakhir silam, aku pikir kita dapat bertemu lagi, karena jarak kita memang tak jauh. Jarak kita tak lebih dari 1 KM, dapat berjalanpun aku mampu menghampirimu dengan membawa coklat untukmu dan menggenggam erat kedua tanganmu dan bersenda gurau antara kamu dan aku. Namun aku salah, aku terlalu senang, aku terlalu cepat untuk menyimpulkan semuanya. Kau berbeda dengan apa yang aku gambarkan dalam rasa ini ketika ia mulai tumbuh, kau berbeda sekali, kamu bukan kamu. Aku tahu ini bukan cinta lagi, namun yang aku katakan ini adalah terlanjur. Terlanjur cinta kepada sesesorang dengan harapan kosong. Ini cukup bagiku, cukup untuk membuatku lemah, dan cukup membuatku tak berdaya. Tolong kau tengok sejenak, lihatlah aku yang sedang merangkak demi mengambil cintamu yang terlalu jauh. dapatkah kau tahu itu ?
Dalam pengorbanan ini, aku tak mau berhenti sampai disini. Aku belom lelah, aku belom menyerah, karena kau pantas di perjuangkan oleh cinta ini. Walau aku pun tahu nanti pada akhirnya hanyalah isak tangis dan sakit hati yang menderu yang aku terima…
Teruntuk kau yang semakin jauh
Lalu menghilang
Detik jam terus berputar, waktu terus berjalan, namun cinta ini tak dapat mengalir, yang hanya berdiam di tempat tak ada kepastian yang nyata. Kemana cinta ini akan ku bawa, dimana cinta ini berlabuh, dan hingga kapan cinta ini terus dalam bayanganku. Ku tahu, kau tak menghiraukan itu, dengan gampangnya kau acuhkan aku, dengan gampangnya kau hindari aku secara perlahan lalu menghilang. Begitukah memang caramu memperlakukanku, aku mungkin bisa menyikapinya saat ini yang aku pendam sendiri dengan caraku sendiri pula.
Dalam pertemuan terakhir silam, aku pikir kita dapat bertemu lagi, karena jarak kita memang tak jauh. Jarak kita tak lebih dari 1 KM, dapat berjalanpun aku mampu menghampirimu dengan membawa coklat untukmu dan menggenggam erat kedua tanganmu dan bersenda gurau antara kamu dan aku. Namun aku salah, aku terlalu senang, aku terlalu cepat untuk menyimpulkan semuanya. Kau berbeda dengan apa yang aku gambarkan dalam rasa ini ketika ia mulai tumbuh, kau berbeda sekali, kamu bukan kamu. Aku tahu ini bukan cinta lagi, namun yang aku katakan ini adalah terlanjur. Terlanjur cinta kepada sesesorang dengan harapan kosong. Ini cukup bagiku, cukup untuk membuatku lemah, dan cukup membuatku tak berdaya. Tolong kau tengok sejenak, lihatlah aku yang sedang merangkak demi mengambil cintamu yang terlalu jauh. dapatkah kau tahu itu ?
Dalam pengorbanan ini, aku tak mau berhenti sampai disini. Aku belom lelah, aku belom menyerah, karena kau pantas di perjuangkan oleh cinta ini. Walau aku pun tahu nanti pada akhirnya hanyalah isak tangis dan sakit hati yang menderu yang aku terima…
Teruntuk kau yang semakin jauh
Lalu menghilang

.jpg)




