Wednesday, 9 April 2014

teruntuk engkau yang jauh



Hmmm, hembusan angin ini tiada duanya, angin tanpa permisi terus melewati, dengan keadaan senja yang memukau membuat semua tanpa terlewatpun hingga terbenam.
Selalu indah dan tetap selalu indah iyaa seperti itulah.
seperti halnya saat aku memandang mata itu, dengan pandangan yang merasuk tiada ujung hingga waktu terasa berhenti untuk menyisakan detik untukku. Dalam tatapan kosong bahkan masih ada satu titik yang tersisa entah itu masih sama karena mata kita saling tertuju ataupun hal yang lainnya

tak tahu aku harus menyebut apa, dari segala hal, hanya tatapan itu yang paling terindah. Yang memberikan sebuah arti dan semangat.
mungkin itu hanya ilusi, bersifat sementara. terkadang semuanya berubah dalam sekejap semudah membalikkan telapak tangan.

teruntuk engkau yang jauh, ku harap masih tetap yang terindah :)

No comments:

Post a Comment

Teruntukmu, yang selalu menyayangi aku

Seperti  ada di dalam hutan yang begitu rimbun sehingga cahaya matahari pun tak mampu menembusnya. Hutan yang sangat lebat, dan hanya aku...