keluarga kami adalah keluarga yang sederhana dan sangat harmonis, ibuku yang menjadi posisi ibu rumah tangga yang sangat super hebatnya mendidik dan membesarkan anak anaknya, serta ayahku yang menjadi tulang punggung keluarga tak pernah mengeluh untuk membanting tulang demi keluarga..
namun sering aku merasakan aku tak pantas berada di keluarga ini, aku berbeda..
aku tak sama seperti adik adikku yang lainnya..
bahkan melihat senyum ibu dan ayahpun aku tak pernah untuk melihatnya, semua gelap.. seakan aku bermain dalam imajinasiku sendiri..
bagaimana wajah ibu, bagaimana wajah ayah, bagaimana wajah adik adikku, akupun tak pernah diberi kesempatan untuk melihatnya..
meskipun pagi atau sore bahkan malam, bagiku itu sama saja.. terkadang aku pesimis dalam melakukan hal apapun,namun aku harus tetap terlihat tegar di hadapan ayah ibu dan adik adikku. sebagai anak pertama aku ingin memberi contoh buat adik adikku , agar mereka bisa jauh lebih hebat dariku kelak..
dalam fashion pun aku tak mengenal, bersolek pun aku tak pernah.. apakah baju yang aku kenakan cocok untukku, apakah celana dan baju sudah match ? aku tak tahu itu semua..
pelangi.. iya pelangi.. kata orang sih itu indah . kata orang pelangi muncul ketika setelah hujan turun. kata orang pelangi itu berwarna warni. dalam fikiran, aku hanya bisa membayangkan, melukis lukis dalam anganku, warna warni itu seperti apa, merah kuning hijau itu bagaimana..
serta bentuk pelangi sendiri aku gambar dalam imajinasiku.
iya inilah keadaanku. terkadang teman teman sebaya enggan berteman denganku, namun aku tak perlu menyesali itu, aku tak menyalahkan siapa siapa .
dengan seperti itu aku dapat menemukan teman yang benar benar teman sejati, bukan teman yang pandang pilih, bukan teman yang hanya datang dan pergi, tapi teman yang aku anggap sebagai saudara sendiri..
hingga aku beranjak remaja, aku selalu membayangkan tentang cinta,
membayangkan tentang kasih sayang
membayangkan tentang seperti apakah lelakiku kelak, apakah dia mampu menerimaku apa adanya?? itu tidak mungkin terjadi, itu hanyalah bayanganku yang aku buat sendiri.
aku berjalan dan berjalan..
hingga ada seseorang yang menghampiriku, seseorang yang tak pernah mengatakan apapun dihadapku.
dia selalu diam , tetapi dia selalu ada ketika aku berjalan di tepi pantai untunk mendengar desiran ombak, bersandar di bawah pohon, dan mungkin hingga mengantarku sampai menuju rumah..
aku hanya bisa meraba, dan ternyata dia seseorang laki laki, berhidung mancung, tubuhnya atletis, rambutnya keriting, dan bibirnya tipis, tinggi sekitar lebih 60 cm dari tinggiku.
hingga semua pertanyaanku tanpa dijawabnya satu kata pun. tapi tak apa, aku tak marah, aku senang apabila ada yang menemaniku..
lelaki itu selalu mengikuti jejakku, lelaki itu sangatlah misterius..
hingga akhirnya aku menulis diatas kertas dengan menggunakan huruf braille. iya hanya itu yang aku bisa..
hingga 3 hari kemudian ia menghilang, tak lagi muncul di dekatku, entah mengapa aku merasa kesepian dan merasa ada yang hilang..
saat aku duduk menikmati suara ombak dan hembusa angin, tiba tiba ada selembar kertas diatas tanganku, dan terdapat huruf braille di dalamnya, dan disampingku ternyata dia muncul lagi, aku sangat hafal dengan bau parfum yang ia kenakan, dan aku sangatlah hafal jika ia duduk, kaki yang ia dahulukan adalah kaki kanannya.. sungguh aku percaya bahwa ia kembali dengan membawa kertas yang aku beri 3 hari yang lalu dengan bertuliskan "nama mu siapa?"
dan dijawabnya "aku Rendi, aku tuna rungu, aku mengagumimu dari dulu, aku senang ketika melihat senyummu, maka dari itu aku sering mengikutimu, bolehkah aku mengenalmu dengan lebih?"
dengan isi surat itu aku menangis, entah apa dan bagaimana hatiku terkoyak, hingga lelaki itu menghapus air mataku, dan aku mengangguk sebagai isyarat "iya aku mau"
satiap malam aku memikirkannya, apakah ia bisa mendengar kicauan burung disetiap paginya? apakah ia pernah mendengar suara ibu maupun ayahnya ? apakah ia pernah mendengarkan alunan lagu dan nyanyian dari penyanyi ternama? apakah temannya mengerti bahasanya? bagaimana dia mengeluh dan curhat ketika hatinya sedang gusar dan harus kepada siapakah ia akan mengeluh ketika dia merasa dunia ini tak adil...
itu lah keistimewaan yang tak oranglain miliki.. :)
semenjak saat itulah aku menjadi pribadi yang sangat bersyukur, aku merasa lengkap, aku merasa sempurna.. bahwa Allah tidak pernah menciptakan produk yang gagal..
Allah memberikan keistimewaan pada setiap makhluknya..
terimakasih tuhan, aku termasuk ciptaan-Mu yang diistimewakan






No comments:
Post a Comment