Yang pada
akhirnya juga percuma saja bila dilanjutkan, meskipun menggunakan metode ampuh
sekaligus !!!
Perkenalan
kami seharusnya tidak perlu diadakan, yang insyaallah ini juga bakalan sia sia
bahkan bisa dibilang penyesalan. Harusnya aku tidak berkenalan dengan anda,
begitu juga sebaliknya..
yang dimulai
dari hal kecil, sama sama saling melempar senyuman kecil yang awalnya kita tak
tahu pribadi masing masing. Mata yang saling memandang walau tak tahu apa
maksud yang terselubung. Saling bercanda renyah meskipun awalnya tak saling
mengenal.. ahhh.. hal ini membuatku semakin lemah untuk memahaminya.
Saat itu,
aku tahu kau disebelahku waktu foto bersama, kau yang mengenakan baju putih dan
bibir merahmu karena fanta ! aku tahu, kau rangkul aku, padahal aku tak tahu kamu,
dan kamu tak tahu aku. Mungkin dari hal kecil tadi kita saling tertarik satu
sama lain. Aku tersenyum saat kau melakukan hal itu, rasanya ini benar benar
orang baru yang memberikanku kesan yang baru pula. Iya bodohnya aku, seharusnya
aku tahu, kamu adalah bukan cirri orang yang baik buat aku, kamu adalah sesuatu hal yang tak
penting untuk aku fikirkan. Ahhh, rasanya sia sia.
Hingga
aku pun tak sadar untuk suatu hal yang aku miliki, sesuatu hal yang seharusnya
aku jaga. Iya, seharusnya aku menjaga hatinya, hati yang sudah aku miliki, yang
sudah pasti dan sudah jelas hatinya untuk ku. Sungguh aku tenggelam dalam
kesalahan, sungguh aku terlena dengan barang baru yang tentu saja aku belum
tahu apakah itu lebih baik atau tidak.
Yang
akhirnya hingga sekarang masih berhubungan kontac dengan orang baruku, entah
siapa yang PHP dan ngePHP’in. kita sama sama memberi harapan satu sama lain,
yang aku fikir itu adalah bercandaan dengan orang baru yang menurutku dia
adalah orang yang mengisi hariku saat aku jauh bersamanya. Hingga akhirnya aku
terenyuh dengan perasaanku sendiri. Rasanya aku begitu terlena, aku begitu
membayangkan hal hal darinya, senyumnya.. matanya yang tajam dan lembut yang
membuatku tak kuasa untuk menerima tatapannya, senyumnya yang mempesona yang
ingin sekali kuraba di garis bibirnya yang membentuk senyuman seindah itu,
bibirnya yang manis yang membuatku ingin ku kecup untuk yang pertama kali,
kumis tipisnya yang maskulin. Segala hal kecil dari dia yang ku lihat secara
detail dengan manisnya. Ohh tuhan, kenapa Engkau memberikan pilihan yang
sulit.. dalam benakku aku harus memilikinya, aku harus , harus !!!
Hingga
aku membuat pertemuan gelap, dengan sembunyi tanpa kekasihku tau. yang pada
akhirnya aku melakukan pertemuan dengan orang baru tersebut, begitu pahitnya
dia merasakan cintaku yang seperti ini.. bodoh memang aku menyia nyiakan
kepercayaan orang sepertimu, menyia nyiakan cinta suci yang kamu berikan..
Hingga
aku tak sadar, bahwa aku pernah memeluknya, aku pernah bersandar di bahunya,
aku pernah merasakan saat berpegangan tangan dengannya,aku pernah memanggil
sayang dengannya dan bahasan chatroom memakai emotic yang sebenarnya tak wajar
untuk seorang teman.
Yang
akhirnya aku tahu, bahwa dia tak lama disini, dia lekas pergi jauh dalam waktu
yang dekat, mungkin dalam ribuan mill antara aku dengannya terpisah, dan banyak
cerita kalau dia tidak akan menjadi yang terbaik untuk siapa saja yang pernah
bersamanya. Sungguh itu meyakinkan niatku untuk kembali menghadap cinta lama, dan
aku yakin itu yang terbaik. Cinta yang sudah menantiku, cinta yang sudah
membuatku dapat belajar untuk segala hal, cinta suci yang dijaga oleh hati yang
bersih..
Aku lah orang
yang menghianati cintamu, aku lah orang yang menyakitimu dari belakang, aku lah
orang yang selalu menutupi hal hal untuk tidak kau ketahui.
Kamu
bukan orang bodoh dan lemah untuk aku khianati, kau tahu sikapku, kau juga tahu
kepribadianku, kau juga tahu bahwa diriku yang sebenarnya..
Cinta
yang kau miliki begitu besar, yang mau memaafkan segala kekhilafanku, yang mau
menerima aku kembali untuk melanjutkan kisah yang telah lama kita jaga..
Terimakasih
untuk segala kelebihanmu atas kekuranganku.. aku bersyukur dipertemukan orang
sepertimu untuk diriku yang bodoh..
Bahwa
sebenarnya aku pun tak layak untuk bersanding denganmu..
dengan beribu
maaf pun mungkin tak mampu mengusap luka yang kau rasakan setelah membaca ini.
Biar waktu yang mempersilahkan kamu untuk memaafkan pecundang sepertiku, biar
waktu yang mempersilahkan kamu untuk tahu siapa aku yang sebenarnya. Biarkan
hatimu berbicara, untuk siapa kamu tinggal dan bertahan. Untuk siapa hatimu
dipersembahkan tidak untuk diinjak dan dihanyutkan oleh orang sepertiku (lagi)
Maaf..
Maaf.. Maaf..
Aku lah
sang bodoh yang kau cintai.
teruntuk
hati suci yang ku khianati

.jpg)