Monday, 30 June 2014

Aku lah sang BODOH



Yang pada akhirnya juga percuma saja bila dilanjutkan, meskipun menggunakan metode ampuh sekaligus !!!

Perkenalan kami seharusnya tidak perlu diadakan, yang insyaallah ini juga bakalan sia sia bahkan bisa dibilang penyesalan. Harusnya aku tidak berkenalan dengan anda, begitu juga sebaliknya..

yang dimulai dari hal kecil, sama sama saling melempar senyuman kecil yang awalnya kita tak tahu pribadi masing masing. Mata yang saling memandang walau tak tahu apa maksud yang terselubung. Saling bercanda renyah meskipun awalnya tak saling mengenal.. ahhh.. hal ini membuatku semakin lemah untuk memahaminya.
Saat itu, aku tahu kau disebelahku waktu foto bersama, kau yang mengenakan baju putih dan bibir merahmu karena fanta ! aku tahu, kau rangkul aku, padahal aku tak tahu kamu, dan kamu tak tahu aku. Mungkin dari hal kecil tadi kita saling tertarik satu sama lain. Aku tersenyum saat kau melakukan hal itu, rasanya ini benar benar orang baru yang memberikanku kesan yang baru pula. Iya bodohnya aku, seharusnya aku tahu, kamu adalah bukan cirri orang yang baik  buat aku, kamu adalah sesuatu hal yang tak penting untuk aku fikirkan. Ahhh, rasanya sia sia.

Hingga aku pun tak sadar untuk suatu hal yang aku miliki, sesuatu hal yang seharusnya aku jaga. Iya, seharusnya aku menjaga hatinya, hati yang sudah aku miliki, yang sudah pasti dan sudah jelas hatinya untuk ku. Sungguh aku tenggelam dalam kesalahan, sungguh aku terlena dengan barang baru yang tentu saja aku belum tahu apakah itu lebih baik atau tidak.

Yang akhirnya hingga sekarang masih berhubungan kontac dengan orang baruku, entah siapa yang PHP dan ngePHP’in. kita sama sama memberi harapan satu sama lain, yang aku fikir itu adalah bercandaan dengan orang baru yang menurutku dia adalah orang yang mengisi hariku saat aku jauh bersamanya. Hingga akhirnya aku terenyuh dengan perasaanku sendiri. Rasanya aku begitu terlena, aku begitu membayangkan hal hal darinya, senyumnya.. matanya yang tajam dan lembut yang membuatku tak kuasa untuk menerima tatapannya, senyumnya yang mempesona yang ingin sekali kuraba di garis bibirnya yang membentuk senyuman seindah itu, bibirnya yang manis yang membuatku ingin ku kecup untuk yang pertama kali, kumis tipisnya yang maskulin. Segala hal kecil dari dia yang ku lihat secara detail dengan manisnya. Ohh tuhan, kenapa Engkau memberikan pilihan yang sulit.. dalam benakku aku harus memilikinya, aku harus , harus !!!

Hingga aku membuat pertemuan gelap, dengan sembunyi tanpa kekasihku tau. yang pada akhirnya aku melakukan pertemuan dengan orang baru tersebut, begitu pahitnya dia merasakan cintaku yang seperti ini.. bodoh memang aku menyia nyiakan kepercayaan orang sepertimu, menyia nyiakan cinta suci yang kamu berikan..
Hingga aku tak sadar, bahwa aku pernah memeluknya, aku pernah bersandar di bahunya, aku pernah merasakan saat berpegangan tangan dengannya,aku pernah memanggil sayang dengannya dan bahasan chatroom memakai emotic yang sebenarnya tak wajar untuk seorang teman.

Yang akhirnya aku tahu, bahwa dia tak lama disini, dia lekas pergi jauh dalam waktu yang dekat, mungkin dalam ribuan mill antara aku dengannya terpisah, dan banyak cerita kalau dia tidak akan menjadi yang terbaik untuk siapa saja yang pernah bersamanya. Sungguh itu meyakinkan niatku untuk kembali menghadap cinta lama, dan aku yakin itu yang terbaik. Cinta yang sudah menantiku, cinta yang sudah membuatku dapat belajar untuk segala hal, cinta suci yang dijaga oleh hati yang bersih..

Aku lah orang yang menghianati cintamu, aku lah orang yang menyakitimu dari belakang, aku lah orang yang selalu menutupi hal hal untuk tidak kau ketahui.
Kamu bukan orang bodoh dan lemah untuk aku khianati, kau tahu sikapku, kau juga tahu kepribadianku, kau juga tahu bahwa diriku yang sebenarnya..

Cinta yang kau miliki begitu besar, yang mau memaafkan segala kekhilafanku, yang mau menerima aku kembali untuk melanjutkan kisah yang telah lama kita jaga..
Terimakasih untuk segala kelebihanmu atas kekuranganku.. aku bersyukur dipertemukan orang sepertimu untuk diriku yang bodoh..
Bahwa sebenarnya aku pun tak layak untuk bersanding denganmu..

dengan beribu maaf pun mungkin tak mampu mengusap luka yang kau rasakan setelah membaca ini. Biar waktu yang mempersilahkan kamu untuk memaafkan pecundang sepertiku, biar waktu yang mempersilahkan kamu untuk tahu siapa aku yang sebenarnya. Biarkan hatimu berbicara, untuk siapa kamu tinggal dan bertahan. Untuk siapa hatimu dipersembahkan tidak untuk diinjak dan dihanyutkan oleh orang sepertiku (lagi)
Maaf.. Maaf.. Maaf..
Aku lah sang bodoh yang kau cintai.

teruntuk
hati suci yang ku khianati 

Teruntukmu, yang selalu menyayangi aku

Seperti  ada di dalam hutan yang begitu rimbun sehingga cahaya matahari pun tak mampu menembusnya. Hutan yang sangat lebat, dan hanya aku...